Rahasia Panduan Memilih Kuliah di Perguruan Tinggi

1 comment

Kuliah untuk Apa?

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata kuliah, universitas? Tebakan saya adalah kerja. Mungkin hanya sebagian kecil saja  yang menjawab kuliah untuk mencari ilmu. Idealismenya kuliah memang seharusnya adalah mencari ilmu. Namun, idealisme ini seharusnya juga diselaraskan dengan realita yang akan dihadapi setelah lulus kuliah yaitu kerja. Ada berbagai pertimbangan dalam memilih kuliah dari mulai biaya, minat, lingkungan/pergaulan, peluang kerja, gengsi,dll. Ada teman saya, juara lomba olimpiade astronomi pernah  mendapat tawaran beasiswa MIPA ITB tetapi akhirnya memilih jurusan Teknik Elektro Undip (jalur SNMPTN) karena pertimbangan peluang kerja. Ada teman saya yang memilih IT karena pertimbangan minat. Ada juga yang memilih Perguruan Tinggi Kedinasan karena ikatan dinas. Ada juga yang memilih jurusan tertentu mungkin karena gengsi. Bagaimana pun pertimbangannya seharusnya sudah dipirkan matang-matang, baik dan buruknya. Lantas bagaimana kita dapat melakukan pertimbangan secara benar dan matang? Dalam tulisan ini saya akan mencoba menge-share pertimbangan-pertimbangan kuliah setidaknya dapat memberikan panduan bagi teman-teman dalam memilih perguruan tinggi nantinya. Namun, perlu dicatat tulisan ini perlu dikritisi juga (valid/tidaknya) karena mungkin saya menulis secara subjektif dan diri kalian sendiri yang harus menentukan pilihan mau kuliah dimana nantinya agar tidak menyesal di kemudian hari.


Perguruan Tinggi Favorit/Berkualitas Mudah Mencari Kerja

Hal yang harus dipertimbangakan dalam memilih perguruan tinggi salah satunya adalah peluang kerja. Mengapa? Karena realitanya adalah setelah lulus dari perguruan tinggi kita harus bekerja sebagai konsekuensi untuk menempuh hidup mandiri terlepas dari tanggungan orang tua. Mungkin kamu berpikiran “alah buat apa mencari kerja, harusnya kita kan menciptakan lapangan kerja”. Memang benar kita seharusnya menciptakan lapang kerja. Namun, tidak salah juga kan kalo kita kuliah di jurusan yang mudah cari kerja. Sedangkan menciptakan lapangan kerja itu bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa kuliah pun bisa asal mempunyai kemauan yang kuat. Kemudian jurusan apa saja yang mudah untuk mencari kerja? Kamu bisa melihat track record (rekam jejak) alumni-alumni dari SMA kamu siapa-siapa yang sukses/sudah bekerja pada perusahaan-perusahaan tertentu. Setelah kamu mencatat daftar nama-namanya dari jurusan/fakultas apa sajakah mereka berasal?
Selain melihat track record alumni SMA kamu bisa mengetahui dari internet melalui website pencarian lowongan kerja. Disini kamu lihat lowongan di bidang apa saja dan kualifikasi apa saja yang paling banyak  dibutuhkan. Lho, bukannya semakin banyak lowongan dan semakin banyak pencari kerja maka semakin ketat dan sulit persaingannya. Betul, kamu betul sekali. Oleh sebab itu, bukan hanya fakultas/jurusan yang harus kamu pertimbangkan tetapi juga universitas mana yang akan kamu masuki. Mengapa? Karena semakin terkenal/berkualitas universitas semakin mudah dan banyak peluang untuk bekerja. Logikanya, biasanya perekrutan kerja ada nepotismenya (bukan berarti selalu negatif lho). Misal suatu perusahaan akan banyak menerima pelamar kerja dari alumni yang sama dengan mayoritas karyawan  yang bekerja di perusahaan itu. Jika Perusahaan A banyak karyawannya adalah alumni UI maka kecenderungan merekrut karyawan selanjutnya adalah sama-sama alumni UI. Mengapa? Pertama karena faktor ikatan emosi dan kedua karena sudah terbukti kualitas lulusannya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berkualitas sangat berpengaruh. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar seperti BUMN(Pertamina, BP Migas,dll) dan MNC (Asing) biasanya karyawan mereka adalah alumni dari universitas ternama (UI, ITB, UGM, Undip, ITS, dll). Mengapa logikanya universitas “tualah”(UI, ITB, UGM, Undip, ITS, dll) yang pertama menyuplai perusahaan-perusahaan besar sebelum ada universitas lain yang lebih muda.

Mungkinkah Bisa Masuk Universitas Ternama? 

Tulisan ini sengaja saya buat khusus adik-adik SMA 1 Cilacap. Jawabannya Insya Alloh bisa. Mengapa? Setelah saya berinteraksi dengan  teman-teman mahasiswa yang satu rumpun dengan kita (Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Tegal, Brebes) ternyata jumlah mereka lebih banyak yang masuk universitas terkemuka (UI, ITB, IITAS, UGM, Undip) dibandingkan mahasiswa yang berasal dari Cilacap. Kalau mereka bisa mengapa kita tidak. Saya sebagai alumni SMA 1 Cilacap mendorong adik-adik dan meningkatkan nyali adik-adik untuk berani mengambil kuliah di UI dan ITB karena selama ini alumni SMA 1 Cilacap sebagian besar mengambil UGM , Undip, dan ITS. Padahal peluang kuliah di UI dan ITB sama asal belajar dengan sungguh-sungguh. Mungkin sedikitnya alumni yang kuliah di Jabodetabek/Bandung karena faktor biaya hidup yang mahal. Tidak usah khawatir dengan biaya hidup karena ada banyak beasiswa bagi mahasiswa berprestasi atau pun beasiswa bagi yang kurang mampu. Beberapa teman saya malah banyak yang mencari biaya kuliah sendiri dari bisnis biasanya jualan dan mengajar les privat (satu kali pertemuan bisa 50-150rb) tanpa meninggalkan aktivitas dan prestasi akademik.

Memilih Jurusan dan Fakultas Sesuai Minat

Bagaimana jika mempunyai minat dan bakat pada bidang tertentu tetapi bidang tersebut sedikit peluang kerjanya? Ada beberapa kelebihan yang kamu dapatkan jika kamu kuliah pada bidang yang kamu sangat minati dan kamu berbakat disitu. Kelebihannya salah satunya adalah kamu akan menjalani kuliah dengan sangat nyaman dan prestasi kuliah kamu akan bagus. Tidak usah khawatir dengan pekerjaan karena orang yang kuliah berdasarkan minat (hoby) biasanya mempunyai kreativitas/ inovasi yang tinggi untuk menyiasati pekerjaan mereka yang relevan dengan minatnya. Selain itu, juga persaingan/kompetisi juga terbatas sehingga orang yang menempuh jalur ini akan menjadi seorang “ahli”, spesialis, akademisi, atau peneliti. Jurusan-jurusan ini antara lain arkeolog, sejarah, ilmu budaya, seni.

Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Demikian panduan saya, silakan memilih secara bijak karena mungkin tulisan ini sangat subjektif. Mungkin kamu ada pertimbangan lain bisa dishare ke teman-teman yang lain juga. Artikel selanjutnya adalah memilih kerja antara bekerja pada perusahaan sawasta dengan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).




1 comment:

  1. memilih mata kuliah demikian juga sekolahnya memang krusial...
    Sesuaikan dengan minat terus kejar sampai dapat.

    ReplyDelete

Budayakan komentar dengan bahasa yang sopan.